BREAKING

Paket Umroh

Visa

Latest Posts

Sabtu, 16 Juli 2016

Paket Umrah 15 Hari Tahun 2016 & 2017

Paket Umrah 15 Hari Tahun 2016 & 2017


Kantor Pusat:
Jl. Trans Kalimantan Sungai Ambawang, Kel. Sungai Ambawang Kuala, Kec. Sungai Ambawang, Kab. Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat 78393.

Telpon : 0561 - 573 858

Pusat Informasi & Pendaftaran :
Jl. Otista Raya, Gg. Saleh Abud No.8, RT. 03/RW. 08, Jakarta Timur

Telpon : 021 - 8591 6388
Contact Person : 0815 155 99999
Afif marzuki : 0815 5538 8834

Rabu, 29 Juni 2016

Inilah Kisah Keajaiban di Tanah Suci Mekkah

Kota suci Mekkah merupakan kota yang menjadi sentral dari agama Islam. Setiap tahunnya, jutaan Muslim datang ke kota ini untuk menunaikan ibadah haji. Lalu, apa sajakah keajaiban-keajaiban yang terjadi di tanah suci Mekkah ini? Dan bagaimana dengan pahala bagi orang yang melaksanakan ibadah haji dengan datang ke kota ini? Berikut ini pembahasannya.



Disebutkan bahwa Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu berkata: “Jika sepertiga malam telah lewat pada hari Jumat pertama bulan Rajab, maka para malaikat dari berbagai penjuru, yakni mereka yang berada di bumi maupun di langit akan berkumpul di Ka’bah tanpa ada yang ketinggalan. Ketika seluruhnya telah lengkap, maka Allah memperhatikan mereka dan berfirman: “Wahai malaikat-Ku, mintalah sesukamu.” Para malaikat berkata: “Ya Tuhan kami, permintaan kami ialah agar Engkau berkenan mengampuni orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab.” “Aku telah mengampuni mereka”, jawab Allah.

Diriwayatkan bahwa barangsiapa yang melakukan shalat sunnah di belakang makam Ibrahim, diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu, dan diberi kebijakan sebanyak orang yang shalat di belakang makam itu, diamankan oleh Allah pada hari kiamat dari ketakutan, dan Allah menyuruh Jibril, Mikail, dan para malaikat lainnya untuk beristighfar untuknya hingga hari kiamat.

Diriwayatkan, barangsiapa yang menuju ke Baitullah menaiki unta, maka tiada mengangkat dan menaruh tapak kaki untanya melainkan dicatat oleh Allah satu kebaikan dan diampuni satu dosa. Selain itu, faedah shalat dua raka’at sunnah tawaf bagaikan memerdekakan satu budak dari keturunan Nabi Ismail alaihissalam. Sedangkan Sa’i sama dengan memerdekakan tujuh puluh budak. Dan wuquf di Arafah itu bisa menghapus dosa, walaupun sebanyak buih di lautan. Adapun setiap batu yang dilempar untuk jumrah dapat menebus dosa besar. Menyembelih kurban di sisi Allah berpahala sangat besar. Begitu juga dengan tiap-tiap rambut yang tercukur bisa terhapus dosanya. Lalu ketika seseorang melakukan thawaf, ada malaikat yang meletakkan tangannya di atas bahunya sambil berkata, “Buatlah lembaran baru dalam hidupmu di masa yang akan datang, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah mengampuni semua dosa yang telah lalu.”

Abdullah bin Shalih berkata, “Dahulu ada seorang shaleh yang lari dari pergaulan manusia. Dia lari dari kota ke desa hingga sampai di Mekkah. Setelah dia tinggal agak lama, maka aku bertanya padanya, “Sungguh anda sudah lama menetap disini?”

Dia menjawab, “Bagaimana aku tidak betah berada disini (di Mekkah), sedangkan aku belum menyaksikan satu pun negeri yang banyak dituruni berkah rahmat sebanyak yang diturunkan di negeri ini. Apalagi aku senantiasa menyaksikan para malaikat yang silih berganti setiap pagi dan sore. Ditambah lagi keajaiban yang bermacam-macam, seperti malaikat yang berthawaf di Ka’bah yang tiada putus-putusnya, yang andaikata aku ceritakan kepada orang lain, tentu takkan diterima oleh akal manusia yang tidak beriman.”

Lalu aku bertanya lagi, “Aku bersumpah kepada Allah, serta mengharap kepadamu, sudilah menceritakan sebagian yang anda lihat?” Dia berkata, “Tiada waliyullah yang syah melainkan dia datang / hadir kesini setiap malam Jumat dan tidak pernah terlambat kedatangannya. Oleh sebab itulah aku lebih tertarik menetap disini, agar selalu bisa bertemu dengan mereka.”

Pada suatu malam aku bertemu dengan seorang yang bernama Malik bin Al-Qasim Al-Jaili. Ketika dia datang, masih basah bekas cucian air sesudah makan. Maka aku menegurnya, “Apakah anda baru saja makan?” Dia menjawab, “Astaghfirullah, aku sudah seminggu ini tidak makan, sedangkan air bekas cucian ini adalah bekas memberi makan ibuku. Aku terlanjur kesini untuk mengejar shalat Shubuh, padahal jarak antara dari sini dari rumahku adalah 900 farsah (pos).”

Demikianlah kejadian-kejadian ajaib dan keutamaan beribadah ke tanah suci. Semoga dengan membaca kisah ini kita semakin bersemangat untuk menunaikan ibadah ke tempat suci ini. Dan juga semoga kita semua mendapatkan pahala haji yang sempurna dari Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin ya robbal alamin.

Referensi: Saifulloh dan Abu Shofia (2003). Menyingkap Tabir Alam Malaikat. Surabaya: Karya Agung

Selasa, 28 Juni 2016

Beginilah cara Rasulullah SAW Temukan Malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadar yang memiliki 1.000 keistimewaan itu menjadi misteri bagi setiap hamba yang mencari dan menanti kehadirannya.



Hanya sedikit orang yang dapat menemukannya.

Seakan malam lailatul qadar menjadi rahasia Allah SWT semata, dan hanya hamba-hambaNya tertentu yang dikehendaki untuk menemukannya.

Keinginan untuk mendapatkan Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah SAW sendiri menyeru umat Islam untuk menyongsong malam seribu bulan ini.

Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari).

Kapan datangnya malam itu? Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya.

Namun, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah:

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Apa yang dilakukan Rasulullah SAW ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan.

Sehingga tidak saja dirinya yang diajak untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, tapi juga keluarganya.

Hanya saja daya tangkap atas rahasia dan hikmah itu tentu berbeda antara satu dengan yang lain, tergantung dari tingkat kejernihan pikiran dan kesucian hati seseorang.

Berdasarkan hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang terbaik untuk beribadah.

Sebagian ulama mengatakan, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhannya beribadah pada sepuluh malam terakhir dibandingkan malam sebelumnya.

Menurut Ibnu Bathal, hadits ini menginformasikan kepada kita bahwa malam lailatul qadar terdapat pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Karenanya, Rasulullah SAW lebih fokus beribadah pada malam tersebut dan menganjurkan umatnya untuk melanggengkan ibadah di malam sepuluh terakhir.

Karena kita tidak tahu secara pasti kapan terjadinya malam lailatul qadar, usahakan setiap malam di sepuluh terakhir diisi dengan memperbanyak ibadah.

Usahakan tidak ada satu malam pun yang tidak dihiasi dengan ibadah, supaya malam lailatul qadar tidak terlewatkan.

Kemuliaan malam qadar banyak dijelaskan hadits Nabi SAW, antara lain hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a:

"Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam qadar dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu". (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 1768 dan Muslim:1268).

Dari seribu macam bentuk cara beribadah kepada Allah SWT, yang bisa dilakukan pada malam lailatul qadar, tetapi dari sekian banyak itu ada sebuah ibadah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh lima imam hadits:

"Dari Syayidah 'Aisyah, r.a. Ia berkata: saya bertanya kepadaRasulullah SAW, Apa pendapat Engkau, seandainya aku menemukan malam lailatul qadar, maka do'a apakah yang semestinya aku ucapkan pada malam itu? Rasullullah SAW, menjawabnya; berdo'alah dengan mengucapkan "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engakau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamban-Nya, maka ampunilah kesalahanku." (H.R. Lima Imam hadits, kecuali imam Abu Daud).

Sabtu, 25 Juni 2016

Subhanallah, Satu-satunya Awan di atas Masjid Haram melindungi jamaah umrah yang sedang thawaf dari terik matahari


Subhanallah, Awan melindungi jamaah umrah yang sedang thawaf dari terik matahari

Video Ini Perlihatkan Kebesaran Allah Di Atas Masjidil Haram


Allah menunjukkan kepada siapa saja kebesaranNya di dunia ini. Seperti yang terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh Syekh Ali Jabeer.

Dalam video tersebut sepintas tidak ada yang istimewa dan biasa-biasa saja. Akan tetapi jika diperhatikan dengan baik, maka sebuah kebesaran Allah nampak jelas di atas Masjidil Haram.

Keajaiban yang dimaksud adalah sebuah awan yang menutupi sinar matahari. Terekam bahwa hanya ada satu kumpulan awan saja yang ada di atas Masjidil Haram dan tepat menutupi sinar matahari yang harusnya menyinari Masjidil Haram.

Tampak jamaah yang sedang melaksanakan thawaf dinaungi oleh awan sehingga terlindung dari panasnya matahari.

Dalam unggahannya tersebut, Akun Syaikh Ali jabber menulis, “Subhanallah Wallahu akbar satu-satunya awan yang menutupi matahari di jam panas siang matahari supaya jamaah sedang tahwaf nyaman, Allah maha besar.”

Sungguh Maha Besar Allah atas kuasaNya. (sumber :kabarmakkah.com)

Simak videonya



Kamis, 23 Juni 2016

Allah memanggil kita hanya 3 kali saja seumur hidup

Mungkin masih banyak orang yang belum tahu, kapan saja 3 waktu itu karena kita hanya mengenal kematian sebagai waktu dimana Allah memanggil umat-Nya untuk kembali. Sungguh ketiga waktu ini memiliki makna masing-masing di dalam kehidupan manusia.
Suatu ketika ibu mengatakan bahwa Allah hanya memanggil kita dalam tiga waktu saja seumur hidup. Kemudian anaknya bertanya, mengapa sedikit sekali Allah memanggil kita. Setelah itu, sang ibu menjelaskan kapan 3 panggilan Allah pada manusia tersebut, yaitu:


1. Adzan
Inilah panggilan Allah yang pertama. Panggilan yang satu ini adalah satu-satunya panggilan yang dapat kita dengar secara jelas dan nyata. Ketika masuk waktu shalat maka akan dikumandangkan panggilan Allah berupa adzan. Apabila kita melaksanakan shalat setelah adzan berkumandang maka kita telah memenuhi panggilan Allah tersebut. Namun, dalam panggilan ini Allah tidak cepat marah meskipun hamba-Nya tidak menanggapi langsung panggilan-Nya dengan menunda waktu shalat. Masih banyak orang yang terlambat untuk melaksanakan shalat, bahkan ada yang tidak mengerjakan sama sekali karena rasa malasnya. Tapi, Allah tidak marah seketika dan Dia masih memberikan rahmat-Nya, masih memberikan rezeki-Nya, kebahagian bagi umat-Nya, dan kenikmatan lainnya.

2. Haji
Panggilan kedua ini bersifat halus dan bergiliran. Tak semua hamba memiliki kesempatan dalam memenuhi panggilan Allah ini. Bahkan jalan menuju panggilan ini pun dapat ditempuh dengan berbagai macam, seperti berangkat haji dengan hartanya sendiri, berangkat karena orang lain atau berangkat haji hadiah dari suatu lomba atau ajang. Tidak ada yang menjamin jika orang yang tidak memiliki uang tidak dapat pergi haji karena apa pun bisa terjadi dengan niat yang kuat. Ketika kita memiliki niat haji, berpakaian ihram dan mengumandangkan ‘Labaik Allahuma Labaik’, maka saat itulah kita memenuhi panggilan Allah yang kedua. Kita akan merasa senang karena dapat menjawab penggilan Allah yang halus. Allah telah berfirman bahwa laksanakanlah haji bagi yang mampu.

Yuk jangan sampai panggilan ke 3 tiba, kita belum sempat melaksanakan panggilan ke 2?

3. Kematian
Inilah panggilan terakhir yang paling mengerikan. Panggilan ini lebih halus dan jarang disadari oleh siapapun yang akan dipanggil. Meskipun kematian ini adalah suatu hal yang pasti tapi tidak ada satu orang pun yang tahu kapan ia akan mendapatkan panggilan itu. Banyak orang yang tidak mampu memenuhi panggilan yang terakhir ini karena tidak dapat memahami tanda-tanda kematian. Panggilan ini lebih halus dan jarang disadari oleh siapapun yang akan dipanggil. Meskipun kematian ini adalah suatu hal yang pasti tapi tidak ada satu orang pun yang tahu kapan ia akan mendapatkan panggilan itu. Banyak orang yang tidak mampu memenuhi panggilan yang terakhir ini karena tidak dapat memahami tanda-tanda kematian yang diberikan oleh Allah. Oleh karena itu, kita hanya bisa menjawabnya dengan amal ibadah ketika masih hidup. Karena itu, sebaiknya kita dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk memperbanyak beramal saleh.

Berdasarkan penjelasan panggilan Allah kepada hamba-Nya di atas, kita tahu bahwa ketiga panggilan itu merupakan waktu yang berharga untuk kita. Oleh karena itu, sebaiknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kedua panggilan sebelumnya agar pada panggilan Allah ketiga yaitu kematian, kita dapat menjawabnya dengan hati dan sikap yang khusnul khotimah. Amin ya rabbal alamiin...

Untuk informasi & pendaftaran Umroh & Haji Plus silakan klik disini

News

Land Arrangement (LA)

Galery

 
Copyright © 2013 Ainie Wisata Tour and Travel
Design by FBTemplates | BTT